Moores Rowland Explains: What Really Happens During Due Diligence?
A clear breakdown of due diligence and why it matters before major transactions.

Moores Rowland Explains: What Really Happens During Due Diligence?

December 2025

Imagine you are about to buy a house. From the outside, it looks neat, freshly painted, and located in a pleasant neighborhood. But before signing the contract, you would want to know whether its foundation is solid, the electrical wiring is safe, or if there are legal disputes over land ownership. This inspection process, in the business world, is what we call due diligence.

 

What is Due Diligence and Why Does it Matter?

Due diligence is an in-depth review carried out before a transaction, often an IPO, takes place. It helps investors and companies verify all relevant facts and provides protection against hidden liabilities and reputational risks. Without it, businesses risk entering agreements that look promising on paper but turn out to be costly mistakes.

This process is especially critical in Indonesia, where deal-making activity is gaining momentum. In the first quarter of 2025, Indonesia attracted US$ 13.67 billion in foreign direct investment, driven by sectors such as mining, smelting, infrastructure, and logistics. At the same time, M&A activity in Asia-Pacific reached US$ 113.8 billion across 2,416 deals in Q1 2025, marking an increase from the same period in 2024 despite fewer transactions.

These trends underline both the scale of opportunities and the risks. Fluctuating deal values, coupled with cross-border investments, create complexities ranging from legal and financial discrepancies to ESG and compliance challenges. In this fast-moving environment, thorough due diligence is essential to identify potential risks and make informed and evidence-based decisions.

 

Types of Due Diligence

There are several types of due diligence. Depending on the nature of the deal, different areas of a company are examined. The most common include:

  • Financial due diligence, reviewing statements, cash flow, debt, and revenue quality.
  • Legal due diligence, verifying contracts, licenses, litigation risks, and compliance with laws.
  • Tax due diligence, checking obligations, liabilities, and possible disputes with authorities.
  • Human rights due diligence, assessing labor practices, supply chain issues, and environmental risks.

 

How the Process Works

Although every transaction is unique, the due diligence process generally follows a similar framework, beginning with: 

1. Information Gathering

The target company is asked to provide key documents and records, ranging from financial statements, contracts, business licenses, ownership structures, to employment policies.

2. Verification

In this stage, the due diligence team checks the accuracy of the documents by cross-referencing them with independent sources such as government records, court records, or tax fillings.

3. Analysis

Once the data is verified, the team reviews the consistency of the information, identifies discrepancies, and assesses potential risks and opportunities that could affect the transaction. Common red flags include:

  • Double book keeping
  • Hidden debts
  • Unreported tax liabilities
  • Problematic contracts
  • Ongoing legal disputes
  • Unclear ownership structures
  • Weak corporate governance
  • Overstated financial performance
  • Risky labor or environmental practices

At the same time, this stage often uncovers positive aspects of the target company. For example, undervalued assets, untapped operational efficiencies, or growth potential in new markets. Findings like these add value for investors, as they not only help avoid losses but also highlight strategic opportunities that may not have been obvious at first glance.

4. Reporting

The findings are then summarized in a clear, easy-to-understand report for decision-makers. The report not only outlines risks but also provides recommendations on whether the transaction should proceed, be renegotiated, or be called off. This way, companies can make strategic decisions based on complete and accurate information.

 

Moores Rowland as Your Due Diligence Partner

At Moores Rowland Indonesia, we bring together local expertise and international standards to help businesses manage the complexity of due diligence. Our services include:

  • Financial and tax reviews to ensure transparency of financial health and obligations
  • Legal and compliance checks covering contracts, licenses, and regulatory alignment
  • ESG and human rights assessments to evaluate supply chain risks and sustainability practices
  • Cross-border advisory to navigate diverse regulations and business cultures

In a business environment where one overlooked detail can lead to significant losses, due diligence is not just a formality. It is essential.
Make every decision with confidence and clarity. Contact Moores Rowland Indonesia today to learn how our due diligence services can support your business decisions.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Moores Rowland Explains: Apa yang Sebenarnya Terjadi dalam Due Diligence

“Alam beroperasi dengan cara sesingkat mungkin,” – Aristoteles

Karakter Anda berbeda dengan mereka. Akankah Anda membiarkan karakter mereka menentukan langkah korporasi Anda berikutnya? Kami dapat membantu Anda memahaminya dengan lebih baik.

Bayangkan Anda akan membeli sebuah rumah. Dari luar, rumah itu tampak rapi, catnya baru, dan berada di lingkungan yang nyaman. Namun sebelum menandatangani kontrak, tentu saja Anda ingin mengetahui apakah fondasinya kokoh, instalasi listriknya aman, atau apakah ada sengketa hukum terkait kepemilikan tanah. Proses pemeriksaan inilah yang, dalam dunia bisnis, disebut due diligence (uji tuntas).

 

Apa itu Due Diligence dan Mengapa Hal Ini Penting

Secara sederhana, due diligence adalah pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan sebelum transaksi besar seperti merger, akuisisi, atau investasi berlangsung. Tujuannya adalah untuk memverifikasi informasi yang diberikan benar adanya, sekaligus mengidentifikasi risiko yang mungkin tersembunyi. Bagi investor maupun pemilik bisnis, due diligence memberikan landasan untuk membuat keputusan yang lebih terukur dan aman.

Proses due diligence sendiri sangat penting di Indonesia, dilihat dari aktivitas transaksi bisnis yang terus meningkat. Pada kuartal pertama tahun 2025, Indonesia berhasil menarik US$ 13,67 miliar dari Investasi Asing Langsung (FDI), didorong oleh sektor-sektor seperti pertambangan, smelter, infrastruktur, hingga logistik. Di saat yang sama, aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di wilayah Asia-Pasifik mencapai US$ 113,8 miliar dari 2.416 transaksi, meningkat dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama. 

Data di atas menunjukkan bahwa setiap peluang selalu datang bersama risikonya. Naik turunnya nilai transaksi ditambah dengan investasi lintas negara menjadikan prosesnya kian menantang, mulai dari aspek hukum, keuangan, hingga pemenuhan regulasi serta tanggung jawab ESG. Di situasi inilah, due diligence berperan penting guna membantu perusahaan mengenali potensi masalah sekaligus memastikan keputusan bisnis didasarkan pada informasi yang terpercaya.

 

Jenis-Jenis Due Diligence

Proses due diligence tidak hanya terbatas pada satu macam. Tergantung pada jenis transaksi, area yang diperiksa bisa berbeda-beda. Beberapa yang paling umum meliputi:

  • Financial Due Diligence, meninjau laporan keuangan, arus kas, utang, dan kualitas pendapatan.
  • Legal Due Diligence, memverifikasi kontrak, lisensi, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
  • Tax Due Diligence, memeriksa kewajiban pajak, potensi sengketa, serta keterikatan dengan otoritas pajak.
  • Human Rights Due Diligence, menilai praktik ketenagakerjaan, rantai pasok, dan risiko lingkungan.

 

Bagaimana Proses Due Diligence Berjalan

Meskipun setiap transaksi berbeda, proses due diligence biasanya memiliki kerangka umum yang mirip, dimulai dengan:

1. Pengumpulan Informasi

Perusahaan target diminta untuk menyediakan dokumen dan catatan penting, mulai dari laporan keuangan, kontrak, izin usaha, struktur kepemilikan, hingga kebijakan terkait tenaga kerja.

2. Verifikasi

Pada tahap selanjutnya, tim due diligence akan mengecek keakuratan dokumen yang diberikan dengan membandingkan pada sumber independen, seperti dokumen pemerintah, arsip hukum, atau laporan pajak.

3. Analisis

Setelah data terverifikasi, tim akan menelaah konsistensi informasi, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta menilai potensi risiko dan peluang yang dapat memengaruhi transaksi. Beberapa potensi hambatan yang umum ditemukan misalnya:

  • Pembukuan ganda
  • Utang tersembunyi
  • Kewajiban pajak yang belum terlapor
  • Kontrak bermasalah
  • Sengketa hukum yang sedang berjalan
  • Struktur kepemilikan yang tidak jelas
  • Tata kelola yang lemah
  • Kinerja keuangan yang dilebih-lebihkan
  • Praktik ketenagakerjaan atau lingkungan yang berisiko

Selain itu, tahap ini juga sering mengungkap sisi positif dari perusahaan target. Misalnya, adanya aset yang nilainya masih rendah (undervalued), efisiensi operasional yang belum dimaksimalkan, atau potensi pertumbuhan di pasar baru. Temuan seperti inilah yang memberikan nilai tambah bagi investor, karena tidak hanya membantu menghindari kerugian, tetapi juga menunjukkan peluang strategis yang mungkin tidak terlihat pada awalnya.

4. Pelaporan

Hasil temuan kemudian dirangkum dalam laporan yang jelas dan mudah dipahami oleh pengambil keputusan. Laporan ini tidak hanya menjelaskan risiko, tetapi juga memberikan rekomendasi apakah transaksi sebaiknya dilanjutkan, dinegosiasikan ulang, atau dibatalkan. Dengan begitu, perusahaan dapat membuat keputusan strategis berdasarkan informasi yang lengkap dan akurat.

 

Moores Rowland Indonesia: Solusi Due Diligence yang Dapat Diandalkan 

Di Moores Rowland Indonesia, kami memadukan keahlian lokal dan standar internasional untuk membantu bisnis menghadapi kompleksitas due diligence. Layanan kami mencakup:

  • Pemeriksaan keuangan dan pajak untuk memberikan gambaran transparan tentang kondisi finansial dan kewajiban perusahaan
  • Pemeriksaan hukum dan kepatuhan atas kontrak, lisensi, serta kesesuaian dengan regulasi
  • Analisis ESG dan HAM untuk mengidentifikasi risiko dalam rantai pasok dan praktik keberlanjutan
  • Due diligence lintas negara yang mempertimbangkan perbedaan regulasi dan budaya bisnis di tiap negara

Dalam dunia bisnis, kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada kerugian besar. Karena itu, due diligence bukan sekadar formalitas, tetapi hal yang krusial dalam setiap keputusan strategis yang diambil. 

Siap membuat keputusan bisnis yang lebih aman dan terukur? Hubungi Moores Rowland Indonesia hari ini untuk mengetahui bagaimana layanan due diligence kami dapat mendukung langkah strategis Anda.