Pertimbangan Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin membentuk cara perusahaan beroperasi, mengelola risiko, serta dinilai oleh investor dan para pemangku kepentingan. Di luar kinerja finansial, perusahaan kini juga diharapkan menunjukkan praktik lingkungan yang bertanggung jawab, akuntabilitas sosial, serta standar tata kelola yang kuat.
Di Indonesia, kesadaran terhadap ESG terus meningkat seiring dengan semakin besarnya perhatian dari investor, regulator, dan para pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan transparan. Oleh karena itu, memahami ESG merupakan langkah awal untuk membangun ketahanan bisnis jangka panjang serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
PILAR UTAMA ESG DALAM PRAKTIK BISNIS
Istilah “ESG” merujuk pada Environmental, Social, dan Governance. Alih-alih hanya berfokus pada kinerja keuangan, ESG memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana perusahaan mengelola risiko dan menciptakan nilai melalui tiga aspek utama:
- Environmental: Bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap lingkungan. Contohnya meliputi penggunaan energi dan sumber daya, emisi karbon, polusi, serta pengelolaan limbah.
- Social: Bagaimana perusahaan mengelola hubungan dan dampaknya terhadap manusia, termasuk kesehatan dan keselamatan kerja (K3), kesejahteraan karyawan, keberagaman dan inklusi, keterlibatan dengan masyarakat, serta praktik ketenagakerjaan dalam rantai pasok.
- Governance: Bagaimana perusahaan dikelola, termasuk struktur dewan, kepemimpinan eksekutif, etika bisnis, transparansi, dan kepatuhan.
Ketiga pilar ini secara bersama-sama membentuk kerangka untuk menilai tanggung jawab perusahaan dan keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini membantu perusahaan mengidentifikasi risiko dan peluang di luar aspek keuangan, sekaligus menyelaraskan operasional dengan ekspektasi para pemangku kepentingan yang semakin berkembang.
PERKEMBANGAN ESG DAN EKSPEKTASI KEBERLANJUTAN DI INDONESIA
Kebijakan nasional dan berbagai inisiatif regulasi di Indonesia semakin meningkatkan standar kinerja ESG bagi dunia usaha. Pada tahun 2021 dalam forum COP26, Indonesia menyampaikan target untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Regulator sektor keuangan juga mulai menyelaraskan persyaratan pelaporan perusahaan dengan standar global. Pada tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan konsultasi publik mengenai kewajiban pelaporan keberlanjutan yang selaras dengan standar ISSB. Dalam rancangan aturan tersebut, emiten besar dan perbankan diwajibkan untuk menyusun laporan berdasarkan standar nasional (PSPK 1 dan PSPK 2), yang diterbitkan oleh DSK – IAI (Dewan Standar Keberlanjutan - Ikatan Akuntan Indonesia), yang direncanakan mulai berlaku pada tahun pelaporan 2027.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin meningkatkan ekspektasi terhadap transparansi dan kinerja ESG perusahaan sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas terhadap agenda perubahan iklim.
MENGAPA PERUSAHAAN PERLU MEMPERHATIKAN ESG
Mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnis dapat memberikan berbagai manfaat nyata bagi perusahaan, antara lain:
- Manajemen Risiko dan Kepatuhan: Mengelola risiko lingkungan dan sosial secara proaktif membantu perusahaan tetap selangkah di depan perubahan regulasi serta menghindari potensi kewajiban hukum. Dengan menyelaraskan strategi bisnis dengan agenda net-zero Indonesia dan perkembangan aturan pelaporan, perusahaan juga dapat mengurangi risiko sanksi di masa depan atau aset yang menjadi tidak bernilai (stranded assets).
- Kepercayaan Investor dan Akses Pendanaan: Investor global maupun domestik semakin mempertimbangkan aspek ESG dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan dengan praktik ESG yang kuat dan pelaporan yang transparan umumnya lebih mudah memperoleh pendanaan, bahkan sering kali dengan biaya yang lebih kompetitif karena dianggap memiliki profil risiko yang lebih baik.
- Reputasi dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan: Komitmen terhadap keberlanjutan dapat meningkatkan kepercayaan dari pelanggan, karyawan, maupun masyarakat. Perusahaan yang dipandang bertanggung jawab cenderung lebih mudah menarik talenta berkualitas serta membangun loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya memperkuat posisi merek di pasar.
- Penciptaan Nilai Jangka Panjang: Integrasi ESG dapat mendorong inovasi dan efisiensi operasional, misalnya melalui pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan atau pengurangan konsumsi energi. Hal ini membantu perusahaan menjadi lebih tangguh menghadapi keterbatasan sumber daya, risiko perubahan iklim, serta perubahan preferensi konsumen.
DARI KESADARAN ESG MENUJU IMPLEMENTASI
Dengan memandang ESG bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan sebagai bagian inti dari strategi bisnis, perusahaan dapat memperkuat daya tahan sekaligus membuka peluang pertumbuhan di masa depan. Adopsi ESG sejak dini juga dapat menjadi keunggulan kompetitif seiring dengan semakin ketatnya standar keberlanjutan yang diberlakukan.
Seiring dengan semakin besarnya peran ESG dalam praktik bisnis, Moores Rowland Indonesia membantu organisasi dalam mengimplementasikan ESG melalui pengembangan strategi, penyusunan laporan keberlanjutan, serta layanan advisory di bidang tata kelola.